DP3AKB Balikpapan Lebih Banyak Terima Laporan Kasus Kekerasan

  • Bagikan

CNBTV.CO.ID – Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan melalui Bidang Perlindungan Anak, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) kelurahan di kecamatan se-Balikpapan.

Penyuluh Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AKB Balikpapan, Ronaa Zahiidah mengatakan, Monev ini dilakukan terkait kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Balikpapan.

Banyak hal yang disampaikan, salah satunya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diambil di Sidak KTPA UPTD PPA per 31 Mei 2024 berjumlah 97 korban di Balikpapan.

“Di Kecamatan Balikpapan Timur ada 12 korban. Rinciannya Kelurahan Manggar Baru ada dua korban, Lamaru berjumlah satu korban, Teritip tiga korban, dan Kelurahan Manggar ada enam korban,” ucap Ronaa saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/6/2024).

Selain itu, kata dia, perlu juga diperhatikan SDM pada kepengurusan PPATBM di setiap kelurahan, harus dievaluasi apakah pengurus yang tergabung sudah solid atau belum.

“Tidak perlu banyak, namun memiliki komitmen untuk mau berkecimpung disetiap kegiatan atau pendampingan kasus,” jelasnya.

Sedangkan fungsi utama dari PPATBM sesungguhnya melakukan pencegahan, mengingat pada indikator Kota Layak Anak (KLA) terdapat lima klaster, dan empat klaster merupakan upaya pencegahan dan satu klasternya berupa penanganan.

Ronaa menerangkan, anggaran untuk PPATBM memang diperlukan walaupun kondisi di kelurahan tidak bisa mengakomodir banyak.

“Salah satunya di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah yang sudah muncul anggarannya berupa sosialisasi untuk PPATBM-nya,” imbuhnya.

Tempat terpisah, salah satu peserta PPATBM Kelurahan Manggar Baru, Hermawan menambahkan, telah melakukan sosialiasi dengan berkolaborasi bersama Kadarkum yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan menyisipkan materi perlindungan perempuan dan anak.

“Kami berharap ada pelatihan lanjutan seperti public speaking mengingat saat ini PPATBM mulai banyak diminta untuk menjadi narasumber,” paparnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *