CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan warga menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. Komisi IV, yang membidangi antara lain sektor pendidikan dan kesehatan, memastikan pengawasan terhadap program pemerintah daerah terus dilakukan, termasuk dengan turun langsung ke lapangan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid yang karib disapa Midun, mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus infrastruktur di Kota Balikpapan.
Menurut dia, persoalan lingkungan, jalan lingkungan, drainase hingga penerangan masih menjadi aspirasi yang berulang kali disampaikan masyarakat ketika anggota dewan turun ke lapangan.
“Masih banyak PR yang harus kita lakukan terkait kondisi di Kota Balikpapan. Misalnya lingkungan, jalan lingkungan, drainase maupun penerangan,” ujar Midun, pada Rabu (26/8/2026).
Bagi Midun, turun ke masyarakat bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari fungsi anggota DPRD untuk melihat secara langsung persoalan yang dihadapi warga. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat dipahami secara lebih konkret.
Karena itu, dia mengingatkan seluruh anggota DPRD agar tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan dari balik meja. Penyerapan aspirasi, menurutnya, harus dilakukan dengan melihat langsung kondisi di tengah masyarakat.
“Kita sebagai wakil rakyat harus sering turun ke masyarakat, sehingga kita tahu kondisi lapangan seperti apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Balikpapan,” tegasnya.
Perhatian Komisi IV juga diarahkan pada sektor pendidikan. Midun menyebut pembangunan sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu program yang cukup menonjol dalam beberapa tahun terakhir.
Dia mencontohkan pembangunan SD Negeri 22 Balikpapan Timur yang baru saja diresmikan. Sebelumnya, pembangunan SMP Negeri 27 dan SMP Negeri 28 juga telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Menurut Midun, pembangunan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Apalagi, pertumbuhan penduduk turut diikuti meningkatnya kebutuhan terhadap layanan pendidikan di Kota Balikpapan.
Sektor kesehatan juga tak luput dari perhatian Komisi IV. Salah satu yang menjadi sorotan ialah pembangunan rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Balikpapan Barat yang sebelumnya sempat menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya.
Midun menyampaikan, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat. Komisi IV, lanjut dia, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan proyek tersebut dapat terlaksana secara optimal.
“Ke depan juga telah dianggarkan kembali pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat. Kami terus mendorong agar proyek ini betul-betul berjalan maksimal dan tidak terulang lagi seperti hal-hal yang kemarin,” katanya.
Pengawasan proyek, lanjut Midun, tidak berhenti pada rapat maupun pembahasan di gedung DPRD. Komisi IV juga akan turun langsung untuk memantau perkembangan pembangunan di lapangan.
“Kami Komisi IV melakukan fungsi pengawasan dan akan terus ke lapangan agar proyek nanti betul-betul berjalan dengan baik dan maksimal,” ujarnya.
Di sisi lain, Midun menilai pelayanan kesehatan di Balikpapan secara umum saat ini telah berjalan cukup baik. Kemitraan rumah sakit dengan BPJS Kesehatan dinilai turut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Kami sebagai pengawas juga betul-betul melihat kondisi di lapangan. Untuk pelayanan BPJS, keluh kesah masyarakat saya rasa sudah cukup baik,” pungkasnya. (*)














