CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan langsung terhadap warga yang terdampak sebaran partikel debu di sejumlah wilayah kota. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan ada atau tidaknya dampak kesehatan akibat paparan debu tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait sebaran debu yang mengotori rumah, halaman, hingga kendaraan di kawasan Balikpapan Tengah, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Utara pada Selasa (23/6/2026).
Menurut Sofyan, Dinas Kesehatan tidak cukup hanya melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap warga juga diperlukan untuk mengetahui secara pasti apakah paparan debu telah menimbulkan gangguan kesehatan.
“Dinas Kesehatan bersama timnya harus turun ke lapangan, mengecek warga, kemudian mengkaji apakah ada dampak kesehatan yang ditimbulkan,” ujar Sofyan, pada Senin (29/6/2026).
Ia menilai, kesimpulan bahwa tidak ada korban belum dapat disampaikan apabila pemeriksaan terhadap masyarakat belum dilakukan secara menyeluruh.
“Bagaimana bisa menyatakan tidak ada korban kalau belum benar-benar dicek? Kan harus dipastikan kondisi masyarakat yang rumahnya terdampak debu,” katanya.
Selain mendorong Dinas Kesehatan melakukan inventarisasi dampak kesehatan, DPRD Kota Balikpapan juga berencana menjadwalkan kembali rapat dengar pendapat dengan pihak Pertamina guna meminta penjelasan mengenai dugaan penyebab sebaran debu tersebut.
Sofyan menjelaskan, agenda pemanggilan yang sebelumnya telah disusun terpaksa ditunda karena adanya sejumlah kendala.
“Pemanggilan sebenarnya sudah dijadwalkan, tetapi ditunda. Dalam waktu dekat akan kami jadwalkan kembali,” ujarnya.
Adapun terkait hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel debu, Sofyan mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurut dia, sampel debu telah dikirim ke laboratorium di luar daerah karena Balikpapan belum memiliki fasilitas pengujian yang memadai.
“Hasil laboratorium silakan ditanyakan ke DLH. Sampel dibawa ke luar daerah karena pemeriksaannya dilakukan di sana,” katanya.
Sofyan menambahkan, penanganan persoalan sebaran debu tidak cukup berhenti pada identifikasi jenis partikel yang ditemukan. Evaluasi terhadap penyebab utama munculnya debu juga perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Yang terpenting bukan hanya mengetahui debunya apa, tetapi mengevaluasi kenapa kejadian itu bisa terjadi. Itu yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)















