Siapkan Proyek Rp1,7 Triliun, DPRD Paser Pelajari Pengawasan Infrastruktur Balikpapan

  • Share

CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Anggaran infrastruktur sekitar Rp1,7 triliun disiapkan Kabupaten Paser untuk pembangunan selama tiga tahun, mulai 2027 hingga 2029. Agar proyek tahun jamak atau multiyears tersebut berjalan sesuai target, DPRD Paser mulai mendalami pola pengawasan pembangunan yang diterapkan daerah lain. DPRD Kota Balikpapan menjadi salah satu rujukan.

Upaya itu dilakukan melalui kunjungan kerja DPRD Kabupaten Paser ke DPRD Kota Balikpapan, Rabu (14/10/2026). Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser Abdul Aziz, S.H., dan diterima langsung anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser Abdul Aziz, S.H., mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya proyek dengan skema tahun jamak atau multiyears.

Menurut dia, pengalaman DPRD Balikpapan dalam mengawasi proyek pembangunan menjadi bahan penting bagi DPRD Paser. Terlebih, pemerintah daerah setempat tengah menyiapkan program infrastruktur berskala besar yang direncanakan berlangsung pada 2027–2029.

Aziz menjelaskan, anggaran pembangunan fisik Kabupaten Paser pada 2026 relatif terbatas. Sebab, pemerintah daerah memusatkan perhatian pada persiapan program multiyears yang akan dilaksanakan selama tiga tahun.

“Untuk 2026, anggaran fisik kami memang agak minim karena difokuskan pada program multiyears. Rencananya, untuk 2027, 2028, dan 2029, anggarannya sekitar Rp1,7 triliun,” ujar Aziz.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan jalan kabupaten. Termasuk akses yang menghubungkan desa dengan kecamatan. Sejumlah ruas jalan di kawasan ibu kota kabupaten juga masuk dalam rencana penanganan.

Melalui program itu, DPRD Paser berharap persoalan infrastruktur jalan yang belum terselesaikan dapat ditangani secara bertahap. Dengan demikian, kondisi jaringan jalan di wilayah kabupaten diharapkan semakin baik.

Namun, besarnya anggaran dan panjangnya masa pelaksanaan proyek menuntut pengawasan yang memadai. Karena itu, DPRD Paser ingin mengetahui bagaimana DPRD Balikpapan menjalankan fungsi pengawasan, mulai dari pelaksanaan pembangunan hingga kesesuaiannya dengan rencana dan sasaran yang telah ditetapkan.

“Kami ingin banyak menggali dari teman-teman DPRD Balikpapan, khususnya bagaimana pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur dilakukan. Ini menjadi bahan bagi kami karena program multiyears tersebut akan berjalan selama tiga tahun,” katanya.

Selain pembangunan jalan, persoalan banjir turut menjadi perhatian Aziz. Dia menyebut, banjir di Kabupaten Paser cenderung terjadi secara musiman, terutama saat curah hujan meningkat dan debit sungai meluap.

Kawasan Sungai Telake menjadi salah satu wilayah yang perlu diantisipasi. Menurut Aziz, potensi banjir di kawasan tersebut membutuhkan kesiapsiagaan serta langkah penanganan yang telah dipersiapkan.

Dia membandingkan kondisi tersebut dengan Balikpapan. Berdasarkan pengamatannya, kota ini dapat mengalami banjir ketika hujan deras mengguyur wilayah perkotaan. Sementara di Kabupaten Paser, banjir lebih banyak menjadi persoalan pada musim-musim tertentu.

Aziz berharap, program multiyears yang disiapkan pemerintah daerah tidak hanya menjadi upaya menuntaskan persoalan jalan yang selama ini belum terselesaikan, tetapi juga dapat berjalan sesuai target. Karena itu, masukan dari DPRD Balikpapan mengenai pengawasan pembangunan dinilai penting sebagai bahan pembelajaran.

“Kami berharap melalui program multiyears ini, infrastruktur jalan yang belum terselesaikan bisa ditangani. Karena itu, kami juga ingin memperoleh masukan terkait pengawasan agar pelaksanaannya berjalan baik,” tutup Aziz. (*)

  • Share