BALIKPAPAN – Beberapa waktu lalu DPRD Kota Balikpapan telah melakukan rapat dengan pihak kontraktor dalam pembahasan pembangunan kantor baru DPRD Kota Balikpapan.
Namun hasilnya membuat Anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah kecewa hingga meninggalkan rapat.
“Saya sangat berharap adanya perubahan alur rencana pada pembangunan gedung berlantai tiga tersebut,” ucapnya, Rabu (1/11/2023).
Lanjutnya, mewakili suara teman-teman dewan, tentu semua berharap agar pengerjaan itu dialihkan dahulu untuk fokus ke penuntasan ruang komisi, agar anggota dewan yang ada saat ini ikut merasakan kantor baru.
“Ruang Paripurna kami masih layak. Jadi meding selesaikan ruang anggota dewan dulu, gak usah yang lain-lain,” keluhnya.
Ia juga menginginkan, agar pembangunan yang menggunakan anggaran sekisar Rp 38,7 miliar itu berjalan tanpa kendala. Namun menurutnya, alangkah baiknya pihaknya diperiode saat ini juga turut ikut merasakan fasilitas baru itu.
“Kami sih berharap dan berdoa, supaya anggota dewan yang masih ikut pileg ini bisa terpilih lagi, biar ikut merasakan gedung baru itu. Tapi kembali lagi ke Wallahualam,” tegas Anggota Komisi IV DPRD.
Dijelaskan, adapun planing bangunan di belakang Kantor DPRD Balikpapan itu menyerupai bangunan di gedung DPRD Provinsi Kaltim. Dimana setiap ruangan ada, baik ruang komisi, fraksi dan rapat komisi. Serta adanya penambahan ruang privasi di dalam komisi untuk menerima tamu pribadi.
“Walaupun sebulan, yang penting kami bisa merasakan kantor barulah. Kan kalau begini jadinya hilang semangatnya berjuang untuk merealisasikan pembangunan itu,” paparnya.















