CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Kondisi bangunan Puskesmas Sepinggan Baru menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan. Meski proyek pembangunannya telah rampung, sejumlah kerusakan sudah ditemukan, salah satunya plafon yang mengalami kebocoran.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Muhammad Hamid mengatakan, pihaknya menemukan kondisi tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekitar tiga bulan lalu. Menurutnya, proyek tersebut diduga dikerjakan terlalu terburu-buru sehingga kualitas bangunan belum maksimal.
“Ketika kami Komisi IV melakukan sidak, progres pembangunannya memang sudah 100 persen. Tetapi kondisi di dalam bangunan cukup memprihatinkan. Bangunan yang bahkan belum ditempati sudah terlihat ada plafon yang bocor,” ujarnya kepada wartawan, pada Kamis (6/8/2026).
Hamid menjelaskan, berbagai kekurangan yang ditemukan masih menjadi tanggung jawab kontraktor dalam masa pemeliharaan. Karena itu, DPRD berharap seluruh temuan saat sidak segera ditindaklanjuti agar bangunan siap digunakan sesuai fungsinya.
“Masih menjadi tanggung jawab kontraktor dalam masa perawatan. Mudah-mudahan setelah sidak kemarin, semua kekurangan di Puskesmas Sepinggan Baru bisa segera diperbaiki,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut cukup disayangkan. Sebab, bangunan yang baru selesai dikerjakan sudah menunjukkan kerusakan sebelum sempat digunakan. Menurutnya, hal itu menjadi indikator bahwa kualitas pekerjaan perlu dievaluasi.
Selain persoalan fisik bangunan, Hamid juga menyoroti belum beroperasinya Puskesmas Sepinggan Baru. Hingga kini fasilitas tersebut belum ditempati karena masih menunggu kelengkapan alat kesehatan (alkes) serta ketersediaan tenaga medis.
“Belum ditempati karena masih menunggu alat kesehatan dan tenaga medis. Di lapangan kita juga masih kekurangan tenaga medis, sehingga penempatan personel ke puskesmas baru menjadi dilema,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas kesehatan seharusnya dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, keberadaan gedung baru tidak akan optimal apabila tenaga kesehatan belum tersedia.
“Seharusnya pembangunan gedung dan kesiapan tenaga medis berjalan beriringan. Jangan sampai bangunannya sudah selesai, tetapi belum bisa beroperasi karena kekurangan tenaga medis,” pungkasnya. (*)















