CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN — Aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Stadion Batakan, Balikpapan Timur, bakal mendapat penataan. Langkah itu didorong DPRD Kota Balikpapan untuk menjaga geliat ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi stadion sebagai ruang publik.
Anggota DPRD Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Muhammed Raja Siraj, mengatakan keberadaan UMKM mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tidak hanya memanfaatkan kawasan Stadion Batakan untuk berolahraga, tetapi juga menikmati aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.
“Antusias masyarakat atau warga di sana itu cukup baik. Artinya dengan dibukanya UMKM ini, masyarakat di sana lebih senang dengan adanya UMKM yang ada di Stadion Batakan,” kata Raja Siraj, kepada wartawan, pada Rabu (12/8/2026).
Meski mendapat respons positif, keberadaan pedagang dinilai perlu ditata lebih terstruktur. DPRD Balikpapan pun telah berkomunikasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (DPPR) Kota Balikpapan yang membidangi pengelolaan dan pembangunan kawasan tersebut.
“Kami sudah berkomunikasi juga dengan DPPR bahwa kami ingin untuk lebih ditata lagi UMKM-nya,” ujarnya.
Menurut Raja Siraj, penataan penting dilakukan agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu fasilitas olahraga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah jogging track yang selama ini banyak digunakan masyarakat untuk berolahraga.
Rencana penataan tersebut, lanjut dia, akan didorong masuk dalam pembahasan anggaran 2027. Penataan diharapkan membuat kawasan stadion lebih rapi dan nyaman, sekaligus tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya.
“Sepertinya memang masuk. Itu mungkin nanti ada penataan yang lebih bagus lagi, khususnya di sekitaran stadion tersebut,” jelasnya.
Raja Siraj menegaskan, penataan bukan berarti menghilangkan keberadaan UMKM di kawasan Stadion Batakan. Sebaliknya, lokasi dan aktivitas pedagang akan diatur agar lebih tertib sehingga tidak mengganggu warga yang menggunakan fasilitas olahraga.
“Yang kita mau tata itu supaya masyarakat yang melakukan jogging, lari tidak terganggu, sehingga UMKM tersebut juga tidak terlalu semrawut, supaya enak dilihat,” katanya.
Selain penataan lokasi berjualan, DPRD juga melihat potensi pemanfaatan lahan parkir di sekitar Stadion Batakan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Namun, rencana tersebut masih akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pengelola stadion dan pihak terkait.
“Kami segera bangun komunikasi. Kalau dibilang sudah ada komunikasi, dari kami belum. Tapi kami akan bangun komunikasi karena kami tidak mau terlalu cepat. Kita belum tahu progres bagaimana ke depannya di wilayah tersebut,” tuturnya.
Raja Siraj menyebut kawasan Stadion Batakan kini menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian masyarakat Balikpapan Timur. Karena itu, pembenahan kawasan tidak cukup hanya menyentuh sektor UMKM. Kebutuhan fasilitas penunjang ruang publik juga harus menjadi perhatian.
DPRD bersama DPPR, kata dia, akan merumuskan kebutuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) di kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas yang dinilai penting di antaranya toilet, tempat sampah, serta sarana pendukung lainnya.
“Bukan saja UMKM, tetapi fasum-fasos atau fasilitas umum dan fasilitas sosial itu harus segera dibangun juga, tidak hanya UMKM saja,” tegasnya.
Di sisi lain, Raja Siraj mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, penataan kawasan tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dibarengi kesadaran warga dalam menjaga kebersihan.
“Silakan gunakan fasilitas yang ada, tetapi tolong dijaga kebersihannya, sehingga kita semuanya sama-sama nyaman,” pesannya.
Sebagai wakil masyarakat Balikpapan Timur, Raja Siraj berharap pembenahan kawasan Stadion Batakan dapat direalisasikan secara bertahap. Penataan UMKM serta pembangunan fasilitas umum diharapkan menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang untuk berolahraga dan berkegiatan.
“Khususnya Dapil kami Balikpapan Timur, kita minta doanya untuk segera kita benahi lagi, terutama masalah UMKM yang ada di sana. Kemudian fasilitas-fasilitas umumnya seperti toilet segera kita bangun, sehingga menyamankan keadaan bagi semua masyarakat yang ada di sana,” pungkasnya. (*)















