CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Gedung baru DPRD Kota Balikpapan mulai digunakan anggota legislatif. Namun, fasilitas yang diharapkan menunjang aktivitas wakil rakyat itu belum sepenuhnya siap. Sejumlah persoalan masih ditemukan, mulai dari air yang belum mengalir, pendingin ruangan yang belum optimal, hingga pekerjaan finishing dan kebersihan yang belum tuntas.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman menyebut, secara umum pembangunan gedung memang telah selesai. Hanya saja, masih terdapat banyak pekerjaan finishing yang perlu dibenahi agar gedung benar-benar layak dan nyaman digunakan.
“Kalau saya melihat gedung baru ini secara overall pekerjaan memang sudah selesai. Hanya saja finishing pekerjaannya masih kacau balau. Ada beberapa pengecatan yang kurang rapi. Artinya, hampir semuanya masih perlu dirapikan,” kata Yono, pada Senin (10/8/2026).
Persoalan tersebut, lanjut dia, semakin mudah terlihat setelah anggota DPRD mulai menempati ruangan masing-masing. Sejumlah bagian gedung masih tampak kotor dan dipenuhi debu.
Bukan hanya debu, karpet yang telah terpasang di dalam gedung juga masih mengeluarkan bau. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena gedung sudah mulai digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
“Karpet-karpet masih bau, masih banyak debu. Ini kan butuh dibersihkan terus karena kita sudah di kantor. Jangan sampai debu ini justru menjadi penyakit. Mestinya dibersihkan secara profesional,” ujarnya.
Yono juga mempertanyakan pekerjaan yang belum sepenuhnya dituntaskan. Saat gedung mulai ditempati, pekerja maupun petugas kebersihan dari pihak pelaksana disebut tidak terlihat di lokasi.
“Yang saya kecewakan, pekerja-pekerjanya hari ini tidak ada. Bahkan pembersih-pembersih tidak ada. Banyak yang dibersihkan justru oleh cleaning service dari DPRD,” ungkapnya.
Persoalan lain terdapat pada fasilitas pendingin ruangan. Beberapa unit AC disebut belum berfungsi. Sementara unit yang sudah menyala belum mampu memberikan suhu dingin secara optimal.
“AC juga ada beberapa yang masih belum fungsional dan ada yang berfungsi tetapi belum dingin. Ini perlu perbaikan atau maintenance supaya bisa digunakan dengan baik,” jelas Yono.
Namun, dari sejumlah catatan tersebut, persoalan air menjadi salah satu yang paling mendesak. Hingga gedung mulai digunakan, air belum juga mengalir.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas anggota DPRD maupun pegawai. Tidak hanya kebutuhan sanitasi, pelaksanaan ibadah juga ikut terganggu.
“Sampai hari ini airnya belum keluar. Aktivitas kita masih setengah-setengah. Untuk ibadah, salat, buang air kecil dan sebagainya, air belum terakomodasi. Ini kebutuhan yang sangat penting,” tegasnya.
Sejumlah ruangan pun disebut belum sepenuhnya siap digunakan. Infrastruktur internet belum maksimal. Penataan meja dan kursi di beberapa ruangan juga masih dalam proses.
Kondisi tersebut membuat Yono masih menggunakan gedung lama ketika menerima masyarakat untuk audiensi.
“Tadi tamu saya dari masyarakat untuk audiensi masih kita gunakan gedung yang lama. Infrastruktur di sini masih belum bisa memfasilitasi dengan baik,” katanya.
Meski begitu, Yono menegaskan penggunaan gedung baru tidak berarti DPRD memaksakan bangunan tersebut dianggap telah sempurna. Menurutnya, justru dengan mulai ditempati, berbagai kekurangan dapat diketahui dan dicatat untuk kemudian disampaikan kepada kontraktor.
Apalagi, gedung tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan kontraktor.
“Ketika gedung ini ditempati, apa yang menjadi kekurangan bisa menjadi catatan kita untuk diperbaiki. Ini bagian dari pertanggungjawaban karena masih dalam masa pemeliharaan kontraktor,” ujarnya.
Yono menjelaskan, keberadaan gedung baru memang dibutuhkan DPRD Balikpapan. Selama ini, anggota legislatif tidak memiliki ruangan kerja masing-masing di gedung lama.
Dengan gedung baru, setiap anggota DPRD diharapkan memiliki ruang kerja sehingga aktivitas kedewanan dapat berjalan lebih maksimal.
“Kita ingin bekerja maksimal. Di gedung lama teman-teman DPRD tidak punya ruangan masing-masing. Di sini setiap anggota punya ruangan sehingga bisa bekerja lebih maksimal,” kata Yono.
Selain menunjang kinerja, pemanfaatan gedung baru juga diharapkan mampu mendukung efisiensi anggaran daerah. Salah satunya dengan mengurangi kebutuhan menyewa hotel untuk kegiatan rapat maupun agenda paripurna.
“Karena ada pemangkasan anggaran dan kita ingin memaksimalkan anggaran, harapannya gedung ini bisa dimanfaatkan, termasuk untuk rapat dan paripurna sehingga tidak lagi harus sewa hotel,” tuturnya.
Soal kapan seluruh kekurangan tersebut akan dituntaskan, Yono mengaku belum mendapatkan kepastian. DPRD masih perlu berkoordinasi dengan kontraktor, Sekretariat DPRD, maupun pihak teknis terkait.
“Untuk target penyelesaian saya belum konfirmasi dengan kontraktor, Sekretariat DPRD maupun PU. Hari ini baru hari pertama kita menempati. Komplain dari anggota DPRD baru mulai terlihat, terutama terkait ruangan, meja, kursi, AC dan air,” ungkapnya.
Yono berharap seluruh catatan tersebut segera ditindaklanjuti. Menurut dia, gedung baru DPRD Balikpapan harus segera disempurnakan agar dapat digunakan secara optimal, nyaman, sekaligus mendukung kinerja wakil rakyat.
“Harapannya kontraktor dan penyelenggara bisa segera menyelesaikan gedung ini supaya dapat ditempati dengan baik, rapi dan nyaman. Catatan paling utama adalah AC, air dan finishing yang masih sangat kurang,” pungkasnya. (*)















