CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Kabar baik bagi pengguna Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan. Akses jalan yang tengah dibangun tersebut ditargetkan segera bisa dilintasi masyarakat. Saat ini, progres pengerjaan disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan H Yusri, mengatakan informasi mengenai rencana pembukaan jalan itu diperolehnya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan. Bahkan, perkembangan pekerjaan di lapangan disebut lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
“Informasi terbaru yang saya dapatkan, jalan itu akan dibuka dalam minggu ini. Alhamdulillah kita bersyukur jalan itu sudah bisa dilalui dan mudah-mudahan bisa menjadi akses yang banyak manfaatnya bagi warga Kota Balikpapan,” kata H Yusri, pada Senin (17/8/2026).
H Yusri mengaku sebelumnya memperkirakan progres pembangunan masih berada di kisaran 60 persen. Namun, berdasarkan informasi terbaru, pengerjaan ternyata telah mencapai 90 persen. Sejumlah pekerjaan masih tersisa, salah satunya pengaspalan.
“Kalau kemarin kita mengira masih di angka 60 persen, ternyata sudah mencapai 90 persen. Tinggal mungkin proses aspal saja yang belum. Tapi itu sudah bisa dilewati dalam minggu ini,” ujar politikus Fraksi Golkar tersebut.
Menurut H Yusri, dibukanya akses Jalan Syarifuddin Yoes bakal memberikan alternatif jalur bagi masyarakat. Keberadaan akses tersebut diharapkan mendukung mobilitas sehari-hari, terutama warga yang beraktivitas di kawasan sekitar jalan tersebut.
Terkait fungsi pengawasan DPRD, H Yusri menilai belum ada urgensi bagi Komisi III untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sebab, proyek telah mendekati tahap penyelesaian. Pengawasan tetap dilakukan melalui laporan masyarakat serta informasi dari instansi terkait.
“Enggak perlu sidak, karena sudah selesai. Menurut kita sudah selesai. Kalau peninjauan juga tidak, karena itu wewenang PUPR dan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan serta instansi terkait,” jelasnya.
Meski begitu, H Yusri mengingatkan aspek keselamatan harus menjadi perhatian sebelum jalan dibuka sepenuhnya. Salah satunya memastikan seluruh rambu lalu lintas dan tanda peringatan telah terpasang dengan baik.
“Yang mungkin harus kita lihat nanti adalah rambu-rambu. Di situ harus ada peringatan-peringatan atau larangan-larangan terkait jalan tersebut,” katanya.
H Yusri juga menilai pekerjaan selama masa pengerjaan tiga bulan berjalan dengan baik. Komisi III, lanjut dia, menjalankan fungsi pengawasan dengan menerima sekaligus menelaah berbagai laporan masyarakat mengenai proyek tersebut.
“Waktu tiga bulan yang dibebankan kepada kontraktor itu sudah dijalankan dengan baik. Kami hanya sebagai bentuk pengawasan, mengambil laporan dari masyarakat dan menganalisanya. Ternyata laporan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ungkapnya.
Dia pun mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. H Yusri berharap akses Jalan Syarifuddin Yoes dapat segera dimanfaatkan secara optimal setelah seluruh pekerjaan dan kelengkapan pendukung dinyatakan siap.
“Menurut saya pekerjaan itu sudah terlaksana dengan baik dan alhamdulillah bisa dipakai warga Kota Balikpapan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di kawasan tersebut,” pungkasnya.
Masih Tunggu Uji Coba dan Persetujuan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Rita belum memastikan jalan tersebut akan dibuka pada akhir Agustus. Menurut dia, akses jalan masih harus melalui tahap uji coba terlebih dahulu.
“Harus diuji coba dulu, baru kita buka. Jujurnya berapa lama, sebut? Kita lihat dulu dari pengecoran terakhir tanggal berapa karena ada umur beton yang sebelah kanan. Kalau yang itu kan kita nanti lihat,” kata Rita.
Rita menjelaskan, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pihak BBPJN karena status jalan tersebut merupakan kewenangan BBPJN. Pemkot Balikpapan sebelumnya mendapat kewenangan untuk melakukan pembangunan. Setelah pekerjaan rampung, jalan akan diserahterimakan kembali kepada pihak balai.
“Karena kita akan diperiksa dulu oleh balai. Karena kan ini status jalannya punya balai, kita kewenangannya kemarin diberikan kepada kita, kita sudah bangun, nanti kita serah terima ke mereka lagi. Karena pemampatan dan pemeliharaannya kemarin kita diberi,” ujarnya.
Meski belum berani memastikan waktu pembukaan, Rita memastikan progres pekerjaan terus berjalan. Dia juga menegaskan tidak ingin menetapkan target akhir bulan sebelum mendapat persetujuan dari pihak balai.
“Progres terus. Saya enggak bilang akhir bulan. Makanya saya bilang saya akan lihat dulu dan atas persetujuan teman-teman di balai kapan bisa kita buka. Kalau dia oke, sedang kita menerima hasil kerja kita, kita usahakan untuk bisa dibuka,” jelasnya.
Koordinasi dengan pihak balai, kata Rita, juga dilakukan secara rutin. Bahkan, komunikasi berlangsung setiap pekan melalui grup koordinasi karena pengawasan pekerjaan turut melibatkan pihak balai.
“Komunikasi tiap minggu. Kita punya grup. Masalahnya karena pengawasannya semua juga sama teman-teman balai,” katanya.
Rita bersyukur kondisi cuaca yang relatif mendukung turut membantu proses pengerjaan. Menurut dia, hujan berpotensi memperberat pekerjaan, terutama dalam penanganan longsor di sekitar lokasi proyek.
“Ya alhamdulillah karena enggak hujan. Coba ada hujan kemarin mungkin kita baru gali longsor lagi, gali longsor lagi,” ujarnya.
Penanganan longsor di sisi kiri jalan juga menjadi salah satu pekerjaan yang dilakukan dalam proyek tersebut. Untuk pekerjaan itu, terdapat sejumlah penanganan teknis, termasuk pemasangan sheet pile.
“Iya, karena untuk menangani longsor yang sisi kiri,” kata Rita. (*)















