CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gelar apel kesiapsiagaan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlangsung di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, Kalimantan Timur, Kamis (7/9/2023).
Sesuai instruksi Presiden untuk melakukan upaya penanggulangan Karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan pemadaman dan penanganan pasca Karhutla.
BPBD mencatat ada 48 kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Plt. Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali menyampaikan, terhitung sejak Juni hingga Agustus 2023 ini, ditemukan 48 kasus kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Balikpapan, mulai dari kategori kebakaran kecil, sedang hingga besar.
Sebagian besar merupakan kebakaran lahan yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab saat melakukan pembukaan lahan.
” Ada dua faktor pemicu bencana karhutla, yakni adanya pembukaan lahan dan fenomena alam, ” ucap Usman Ali seusai kegiatan apel kesiapsiagaan bencana karhutla di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan Selatan.
Adapun kebakaran lahan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam hal pembukaan lahan, menjadi faktor yang paling dominan pada bencana karhutla.
Terkait itu, Usman katakan, pihaknya telah menyiapkan sembilan posko kesiagaan bencana karhutla yang memiliki regulasi standbay 24 jam lengkap dengan 24 unit tangki.
“Ada enam pos yang tersebar di setiap kecamatan Kota Balikpapan, dua pos pembantu dan satu pos tambahan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Untuk beberapa titik rawan di kota balikpapan, Usman sebut, berada di wilayah Balikpapan Barat, Balikpapan Timur dan beberapa pinggiran jalan tol Balikpapan.
“Mudahan kita bisa sama-sama peduli akan bencana karhutla, dengan tidak melakukan bakar-bakar (sampah dan lahan sembarangan),” pungkasnya.
Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam apel kesiapsiagaan tersebut meminta seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan Bersama dan antisipasi serta melakukan pengawasan terhadap kejadian Karhutla dilingkungan masing-masing.
Dengan cuaca dan musim kemarau saat ini, potensi Karhutla yang disebabkan oleh manusia bisa saja berakibat fatal. Tak hanya bagi manusia namun juga bagi makhluk hidup juga habitat nya.
“Kalau pun harus membuka lahan harus koordinasi, harus ada perizinan yang diajukan sehingga hal hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi,” tegas Rahmad.















