Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan menggelar Serap Aspirasi (Reses) Masa Persidangan III Tahun 2022, di Daerah Pemilihannya untuk melakukan silahturahmi dan dialog guna menampung aspirasi warga masyarakat.
Reses dilaksanakan di kediaman Padlianoor di Perumahan Ar Raudah, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Selasa (30/10/2023).
Sebelum menampung keluhan warga, Fadlianoor menjelaskan reses merupakan kegiatan anggota Dewan yang dilakukan tiga kali dalam satu tahun.
Reses adalah kegiatan DPRD di luar gedung DPRD untuk kembali ke Dapilnya masing-masing bertemu langsung kepada konstituen (masyarakat) guna menampung aspirasi masyarakat demi kemajuan lingkungan yang nantinya akan di perjuangkan di sidang paripurna DPRD.
Dalam reses kali ini berbagai aspirasi dikeluhkan oleh warga perumahan Ar Raudah seperti, pembangunan sekolah, pemasangan jargas, hak perlindungan konsumen, pelayanan BPJS.
Dian mengusulkan pembangunan sekolah diwilayah Gunung Smarinda Baru, karena disini belum ada sekolah SD,SMP dan SMA/SMk. “Biasanya di SD terdekat kuota penuh. Untuk masuk ke SMP, SMA/SMK pakai zonasi jadi susah masuk, ” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Padlianor katakan, untuk lahan sekolah terpadu dan puskesmas sudah ada seluas 8000 terkendala aset Ruang Terbuka Hijau (RTH). ” Memang ada lahannya, daerah Wika, tetapi prosesnya lama karena ada pengalihan fungsi, sementara dari kepala DLH sebut Balikpapan kekurangan RTH,” ucapnya.
Menurutnya, aset pemerintah kota di Gunung Samarinda Baru untuk lahan sekolah hanya ada di daerah tersebut. Jika ada aset pemkot tetapi tidak didukung akses jalan tidak mungkin terealisasi.
Agung Ketua RT 33 mengeluhkan pelayanan kesehatan. “Jika memakai BPJS, kenapa apa-apa harus operasi berbeda dengan dokter pribadi, dikasih obat sembuh,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Padlianor katakan, memang ada pelayanan rumah sakit seperti itu. Jika menggunakam BPJS pelayanannya berbeda dengan pelayanan pribadi. ” Yang tadinya robeknya 1 cm , jika pakai BPJS dibius total jadi 4 cm. SOP harus dirubah ulang, kasihan masyarakat, ” ucapnya.
” Orang pergi kerumah sakit pingin sembuh tidak malah sakit, itu bahasa yang biasa dilontarkan masyarakat. Coba kita perbaiki sistemnya , ” urainya.
Apalagi masalah lakalantas perlu ditolong dilakukan pertolongan pertama terlebih dahulu.
Terkait usulan PJU dan infrakstruk jalan akan segera trealisasi di tahun ini.















