Taufik: Jelang IKN, Aset Harus Diamankan

  • Bagikan

CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Kota Balikpapan yang akan menjadi kota penyangga sekaligus pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi wilayah paling strategis untuk pengembangan investasi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mempercepat proses sertifikasi atas aset daerah. Karena mendekati rencana pembangunan IKN Nusantara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Hal itu dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan terhadap keberadaan aset milik daerah, agar tidak rawan gugatan hukum oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita jangan sampai terkecoh dan pemerintahan yang sekarang harus bergerak untuk menyelamatkan aset daerah yang ada. Karena dengan rencana pembangunan ibukota negara di wilayah Penajam Paser Utara maka kota Balikpapan akan menjadi wilayah yang paling strategis untuk pengembangan investasi,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Taufik Qul Rahman, kepada awak media di Kantor DPRD Kota Balikpapan, pada Selasa (9/8/2022).

Menurut Taufik, ada banyak aset daerah yang harus segera diamankan diantaranya lahan seluas 70 hektar untuk rencana pembangunan sirkuit di kawasan Kelurahan Lamaru. Lahan ini sudah dibebaskan sejak tahun 2007, namun proses pembangunannya masih terkendala.

Selain itu, ada lagi lahan seluas 9 hektar milik Perumahan Daksa yang telah diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kota. Dan banyak lagi aset daerah lainnya, seperti sejumlah kawasan hutan kota.

“Aset-aset daerah milik pemerintah kota ini harus disertifikatkan semua jangan hanya sekedar surat atau kertas segel saja, Hal ini dilakukan karena melihat posisi kota Balikpapan yang strategis menjelang rencana pembangunan ibukota negara,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bisa melakukan pendataan kembali terhadap aset-aset tanah yang pernah dibebaskan oleh pemerintahan sebelumnya. Sehingga dapat dipastikan kejelasan status atas lahan yang dikelola. “Jangan sampai tiba-tiba tanah kita ini sudah tidak ada,” tegasnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *