CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Keterbatasan akses transportasi umum bagi pelajar di wilayah Balikpapan Timur masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai memerlukan perhatian Pemerintah Kota Balikpapan agar siswa memiliki sarana transportasi yang aman dan memadai untuk berangkat ke sekolah.
Persoalan itu mengemuka dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suriani, di Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, pada Jumat (3/7/2026). Warga menyampaikan keluhan mengenai belum tersedianya layanan transportasi publik yang dapat dimanfaatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Menurut Suriani, keterbatasan angkutan umum membuat banyak pelajar harus menggunakan kendaraan pribadi, diantar orang tua, bahkan mengendarai sepeda motor sendiri untuk menuju sekolah.
“Kondisi ini tidak hanya menjadi beban bagi orang tua, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas karena siswa SMP belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Suriani mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Perhubungan (Dishub) guna mencari solusi atas kebutuhan transportasi pelajar di Balikpapan Timur.
Salah satu usulan yang akan diperjuangkannya ialah penyediaan bus sekolah gratis yang melayani rute di kawasan Balikpapan Timur.
“Nanti saya akan coba untuk memperjuangkan bus ini, supaya Pemerintah Kota melalui Disdikbud ataupun Dishub bisa memberikan pelayanan transportasi untuk siswa SMP negeri di wilayah Balikpapan Timur. Target awal kita minimal ada satu armada bus yang beroperasi di sana untuk membantu anak-anak kita,” ujar Suriani.
Ia menambahkan, apabila pengadaan bus sekolah belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena memerlukan proses penganggaran, pemerintah dapat mempertimbangkan alternatif lain, yakni memperluas layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) hingga menjangkau Balikpapan Timur.
Menurut Suriani, pembukaan koridor Bacitra ke wilayah tersebut dapat menjadi solusi sementara untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, termasuk pelajar yang membutuhkan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau.
“Jika memang bus sekolah ini belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, minimal transportasi umum Balikpapan City Trans (Bacitra) secepatnya membuka koridor ke wilayah Balikpapan Timur. Ini harus segera didorong agar asas keadilan fasilitas transportasi bisa dirasakan merata oleh seluruh warga kota,” ujarnya.
Suriani memastikan aspirasi mengenai penyediaan transportasi bagi pelajar akan menjadi salah satu agenda yang diperjuangkannya dalam pembahasan bersama jajaran eksekutif Pemerintah Kota Balikpapan pada rapat-rapat kerja DPRD mendatang. (*)















