CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Persoalan penerangan jalan umum (PJU), drainase, jalan lingkungan, hingga jembatan masih menjadi kebutuhan utama warga Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan reses masa sidang III Tahun 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Partai Golkar, H. Gasali, pada Sabtu (4/7/2026).
Reses yang berlangsung di kediaman Gasali, Perumahan Batakan CGS, Jalan PJHI RT 58, Kelurahan Manggar, dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Camat Balikpapan Timur, perwakilan Kelurahan Manggar, Ketua LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh Ketua RT se-Kelurahan Manggar.
Dalam sambutannya, Gasali mengatakan kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya di daerah pemilihan.
“Saya mengundang seluruh Ketua RT di Kelurahan Manggar agar dapat menyampaikan kebutuhan dan persoalan di wilayah masing-masing. Tentu usulan yang disampaikan hari ini tidak bisa langsung direalisasikan, tetapi akan menjadi dasar bagi kami dalam menyusun prioritas pembangunan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan itu, setiap usulan akan didorong agar masuk dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sehingga memiliki peluang untuk diakomodasi dalam penganggaran pemerintah.
Ia meminta seluruh Ketua RT berkoordinasi dengan Ketua LPM untuk menghimpun seluruh kebutuhan lingkungan, mulai dari pembangunan jalan, drainase, PJU hingga infrastruktur lainnya.
“Semua usulan nanti dihimpun melalui LPM, kemudian kita dorong masuk ke SIPD. Ke depan setiap kegiatan pembangunan harus melalui mekanisme perencanaan tersebut. Harapannya, dalam lima tahun ke depan berbagai persoalan infrastruktur di Kelurahan Manggar dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.
Ketua LPM Manggar, Muhammad Amiruddin, menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan mendata seluruh kebutuhan yang disampaikan para Ketua RT.
Menurutnya, persoalan yang paling banyak disampaikan warga masih berkaitan dengan jalan lingkungan, drainase dan penerangan jalan umum.
“Saya akan menghimpun seluruh usulan dari teman-teman RT agar menjadi data yang lengkap dan bisa diusulkan melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Balikpapan Timur, Ruddy Iskandar, mengapresiasi pelaksanaan reses karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Momentum reses inilah saatnya masyarakat menyampaikan aspirasi. Semua masukan akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing, sehingga permasalahan di lingkungan dapat ditangani secara bertahap,” katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah Ketua RT menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan.
Rio, perwakilan RT 25 Manggar, mengusulkan pembangunan drainase di kawasan Batakan Mas yang hingga kini belum mendapat penanganan. Akibatnya, setiap hujan turun kawasan tersebut kerap tergenang.
Selain itu, ia juga meminta penambahan penerangan jalan umum karena masih banyak ruas jalan di wilayahnya yang gelap.
“Kami berharap drainase segera dibangun karena setiap hujan selalu terjadi genangan. Kami juga membutuhkan tambahan PJU agar lingkungan lebih aman pada malam hari,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 72 Manggar, Siti Aisyah. Meski sebagian besar jalan lingkungan telah mendapat semenisasi sejak pemekaran wilayah pada 2021, masih terdapat sejumlah akses yang membutuhkan perhatian.
Ia berharap pembangunan atau renovasi jembatan menuju SMP Negeri 23 menjadi prioritas karena menjadi akses utama warga dan para pelajar.
Selain itu, wilayah RT 72 juga masih kekurangan penerangan jalan.
“Jembatan sangat penting bagi akses warga, terutama anak-anak sekolah. Kalau belum bisa dibangun baru, setidaknya dapat direnovasi terlebih dahulu. Kami juga masih membutuhkan tambahan PJU karena wilayah kami cukup luas,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gasali mengatakan mayoritas usulan yang diterima masih berkaitan dengan infrastruktur dasar, terutama jalan, drainase, penerangan jalan, jembatan hingga kebutuhan pelayanan air bersih.
“Yang hadir hari ini seluruh Ketua RT se-Kelurahan Manggar, sekitar 100 RT. Mayoritas usulan memang masih berkisar pada pembangunan infrastruktur dasar karena wilayah Manggar sangat luas. Semua aspirasi akan kami dorong masuk dalam perencanaan daerah agar dapat menjadi prioritas pembangunan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan di Kelurahan Manggar sebenarnya terus berjalan, namun luas wilayah dan banyaknya jumlah RT membuat kebutuhan infrastruktur masih cukup besar.
“Manggar merupakan kelurahan terluas di Balikpapan Timur dengan sekitar 100 RT. Pembangunan tetap berjalan, namun penyelesaiannya dilakukan secara bertahap. Kami berharap seluruh kebutuhan masyarakat dapat terus diakomodasi dalam program pembangunan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)















