CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Persoalan ketersediaan air bersih menjadi perhatian utama Komisi IV DPRD Kota Balikpapan di SDN 022 Balikpapan Timur. Sekolah yang berada di Perumahan Bukit Batakan Permai III, Jalan Pemuda Dalam RT 80, Kelurahan Manggar, itu hingga kini belum terhubung dengan jaringan distribusi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Akibatnya, kebutuhan air bersih masih mengandalkan tandon dan suplai dari luar. Kondisi tersebut dinilai harus segera ditangani karena menyangkut aktivitas belajar mengajar serta kebutuhan dasar murid dan tenaga pendidik.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Gasali mengatakan, penyediaan air bersih tidak bisa ditunda. Menurut dia, sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu segera mencari solusi agar kebutuhan air bagi warga sekolah dapat terpenuhi.
“Jaringan distribusi PDAM ke sekolah memang belum tersedia. Sementara ini masih mengandalkan tandon dan distribusi air dari luar. Kami berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dapat mengupayakan agar kebutuhan air bersih segera terpenuhi,” ujarnya, pada Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan, air bersih merupakan fasilitas dasar yang harus tersedia di lingkungan sekolah. Sebab, keberadaannya berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, kesehatan, dan kelancaran aktivitas belajar mengajar.
Selain persoalan air bersih, Komisi IV juga menyoroti sejumlah infrastruktur yang masih memerlukan penyempurnaan. Menurut Gasali, seluruh kekurangan tersebut harus segera diselesaikan agar SDN 022 Balikpapan Timur memiliki fasilitas yang layak bagi para peserta didik.
“Kami ingin seluruh kekurangan itu segera dituntaskan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Gasali menjelaskan, pembangunan sekolah tersebut secara kontrak telah rampung. Namun, proyek masih berada dalam masa pemeliharaan hingga Desember 2026. Karena itu, setiap kerusakan yang muncul masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.
“Kami sudah menekankan kepada pihak terkait agar segera menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa pemeliharaan,” tegasnya.
Beberapa titik yang menjadi perhatian DPRD antara lain keretakan pada saluran drainase, kondisi siring, serta akses jalan menuju sekolah yang mengalami penurunan atau amblas. Menurut Gasali, perbaikan perlu segera dilakukan agar tidak membahayakan murid, guru, maupun masyarakat yang melintas.
Ia memastikan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan akan terus memantau proses penyelesaian seluruh fasilitas tersebut. Harapannya, SDN 022 Balikpapan Timur segera memiliki sarana dan prasarana yang memadai sehingga mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. (*)















