CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Kemarau panjang mulai melanda Kota Balikpapan. Kondisi tersebut diperkirakan genap sebulan pada 25 Agustus mendatang. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman kebakaran dan dampak terhadap kesehatan.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kondisi kemarau. Imbauan tersebut juga disampaikan dalam kegiatan yang digelar di lapangan Brimob SPN Balikpapan.
“Jadi diimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan. Karena ini kemarau panjang terus, jangan sampai ada membakar-bakar sampah yang memang diatur dan oleh perda kita dilarang,” kata Yono kepada wartawan, pada Selasa (18/8/2026).
Menurut dia, kondisi cuaca yang semakin panas membuat Balikpapan menjadi lebih rawan terhadap kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
“Jadi seluruh masyarakat Balikpapan menghindari membakar-bakar atau menjaga kondisi Balikpapan yang kemarau panjang ini. Saya berharap mengimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan untuk menghindari hal-hal yang berhubungan dengan kebakaran karena bumi kita sangat panas sehingga rawan untuk kebakaran,” ujarnya.
Selain ancaman kebakaran, Yono juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi cuaca sangat panas. Masyarakat diimbau lebih banyak berada di dalam ruangan untuk mengurangi paparan panas.
Dia juga kembali mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun benda lainnya yang dilarang berdasarkan peraturan daerah maupun ketentuan perundang-undangan.
“Jadi kita jauh dari kebakaran. Khususnya Pertamini, Pertamini juga harus hati-hati memanfaatkan karena Pertamini hari ini juga salah satunya dilarang oleh perda kita,” katanya.
Yono menambahkan, aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran juga perlu menjadi perhatian. Dia berharap masyarakat dapat menghindari berbagai kegiatan yang berisiko memicu api agar kebakaran tidak meluas.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting menyusul kebakaran dan kondisi asap yang terjadi di Palangkaraya. Menurut Yono, kejadian tersebut dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara.
“Jangan sampai terjadi kebakaran-kebakaran yang lebih luas lagi, khususnya di Balikpapan. Yang terjadi di Palangkaraya itu cukup luar biasa. Akhirnya kita berdampak juga untuk lingkungan kita, asap kita. Ini juga harus dihindari,” jelasnya.
Yono berharap kondisi Balikpapan tetap terjaga selama musim kemarau. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan Balikpapan terjaga dengan kondisi ini. Tentunya masyarakat juga butuh kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk terhindar dari masalah ini. Dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan kita serta mengantisipasi kondisi kering-kering ini,” pungkasnya. (*)















