Alwi Al Qadri Ajak Warga Kaltim Tak Mudah Terprovokasi, Tegaskan Cinta NKRI

  • Bagikan

CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan makna kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan apa saja. Menurutnya, kemerdekaan merupakan kebebasan menentukan pilihan yang tetap dibarengi tanggung jawab.

“Mer­dek­a adalah ketika kita bisa memiliki mimpi, berusaha mewujudkannya, dan hidup berdampingan dengan orang lain tanpa saling menjatuhkan,” ujar, pada Senin (17/8/2026).

Saat ditanya mengenai pesan bagi generasi muda, khususnya terkait semangat dan kekuasaan rakyat, Alwi mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur, terutama Balikpapan, agar tidak mudah diadu domba maupun terpancing oleh situasi yang berkembang.

“Saya berpesan kepada masyarakat Kalimantan Timur, terkhusus Balikpapan, kita jangan mau diadu domba atau gampang terpancing dengan keadaan yang kita ketahui bersama,” kata Alwi.

Dia menyinggung sejumlah daerah yang dinilai tengah mencoba melawan pemerintah. Salah satunya Aceh. Menurut Alwi, keinginan untuk merdeka merupakan hak setiap pihak untuk disampaikan, namun cara yang terlalu ekstrem justru dapat melukai rasa persatuan dan kecintaan terhadap bangsa.

“Ada beberapa daerah yang mencoba melawan pemerintahan, salah satunya hari ini. Kita melihat Aceh. Yang ingin merdeka sah-sah saja, tapi saya melihat ini terlalu ekstrem, sampai menginjak-injak burung Garuda yang sama-sama kita cintai,” tuturnya.

Alwi menekankan, perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia harus tetap dihargai. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pejuang bangsa.

“Kita harus menghargai perjuangan para pejuang kita, para pahlawan kita yang susah payah meraih kemerdekaan,” tegasnya.

Dia juga menyebut informasi mengenai adanya tiga daerah yang dinilai rentan melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Selain Aceh dan Papua, kata dia, muncul pula selentingan mengenai Borneo.

“Informasinya kita dapat ada tiga daerah yang rentan untuk melawan pemerintah, yaitu salah satunya Aceh, Papua, dan juga ada selentingan Borneo. Ya, mudah-mudahan Borneo barunya tidak, karena kita masih mencintai Republik Indonesia ini,” ucap Alwi.

Karena itu, dia mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang. Alwi berharap Indonesia ke depan dapat menjadi lebih baik dan tetap menjaga persatuan.

“Kita jangan terprovokasi dengan hal-hal yang di luar. Insyaallah mungkin ke depannya Indonesia bisa jauh lebih baik lagi,” katanya.

Alwi juga menyampaikan perhatian dan doa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) serta saudara-saudara sebangsa lainnya. Politikus Fraksi Golkar tersebut berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *