Alwi Al Qadri Soroti Kabel AC Gedung Baru DPRD Balikpapan Dicuri

  • Bagikan

CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Keamanan gedung baru DPRD Kota Balikpapan menjadi perhatian setelah sejumlah kabel instalasi pendingin udara (AC) dilaporkan hilang. Kabel tersebut diduga dicuri oknum saat gedung belum sepenuhnya digunakan untuk aktivitas kedewanan.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri membenarkan adanya kabel instalasi AC yang hilang. Temuan tersebut sebelumnya disampaikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan kepada pimpinan dan Sekretariat DPRD untuk menjadi bahan evaluasi bersama.

“Hasilnya masih ada sebagian mati. Perlu saya luruskan, apa yang disampaikan Bu Kadis sebenarnya terkait ada beberapa kabel instalasi AC yang dicuri oleh oknum,” kata Alwi kepada wartawan, pada Senin (17/8/2026).

Menurut Alwi, kondisi gedung yang belum dilengkapi pagar permanen menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut rentan dimasuki orang yang tidak bertanggung jawab. Terlebih, jumlah personel keamanan yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Yang notabene kantor ini pagarnya masih belum permanen, sehingga memudahkan orang masuk ke gedung ini. Alhamdulillah, kami juga sudah perintahkan sekuriti untuk meningkatkan pengawasan,” ujarnya.

Namun, pengawasan tersebut masih terkendala jumlah petugas keamanan. Sekuriti yang ada harus membagi fokus untuk menjaga gedung lama, gedung depan, dan gedung belakang.

“Sekuriti sekarang terbagi. Fokusnya menjaga gedung depan, gedung lama, juga gedung belakang. Sedangkan penambahan sekuriti sendiri tidak ada,” jelas Alwi.

Karena itu, Alwi meminta Sekretariat DPRD meningkatkan pengamanan gedung baru. Salah satunya dengan memastikan seluruh ruangan dikunci sehingga tidak ada celah bagi oknum untuk kembali masuk dan melakukan pencurian.

“Saya sampaikan kepada Sekwan, untuk segi keamanan kantor ini harus selalu dikunci. Jangan sampai kita kecolongan lagi, ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa masuk ke kantor baru ini,” tegasnya.

Terkait kabel yang hilang, Alwi menyebut pihaknya telah menerima dokumentasi berupa foto kondisi kabel yang dicuri. Foto tersebut juga telah disampaikan kepada Kepala DPU Kota Balikpapan.

“Yang jelas ada foto-fotonya. Saya disampaikan kepada Bu Kadis, ada beberapa foto kabel-kabel yang dicuri,” katanya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan pengadaan kembali kabel instalasi AC harus melalui proses anggaran. Artinya, perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu.

“Kalau mau dianggarkan lagi kan perlu waktu lagi,” imbuhnya.

Alwi juga menjelaskan, gedung baru DPRD tersebut sejatinya masih dalam tahap penyelesaian. Kontrak pekerjaan masih berlangsung hingga Desember. Namun, sejumlah anggota DPRD berharap dapat segera menempati gedung tersebut sehingga DPRD meminta DPU mempercepat penyempurnaan sejumlah fasilitas.

“Kontraknya kan sampai Desember. Kenapa teman-teman juga ada yang komplain? Bukan banyak, ada yang komplain ini belum layak. Sebenarnya memang kalau mau dibilang, ini kan belum selesai. Kontraknya juga belum selesai,” terangnya.

Meski demikian, sejumlah fasilitas gedung mulai berfungsi. Alwi menyebut pasokan air sudah mengalir. Sistem pendingin ruangan juga diinformasikan telah menyala.

“Karena teman-teman ingin cepat pindah, kami sedikit meminta kepada Dinas PU untuk segera. Insyaallah air sudah nyala. Air alhamdulillah juga sudah mengalir. Kalau AC yang tadi, akhirnya informasinya juga sudah menyala semua,” ungkapnya.

Selain persoalan kabel AC dan pagar, penambahan serta penataan kamera pengawas (CCTV) menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Penguatan sistem keamanan dinilai penting mengingat gedung belum sepenuhnya terlindungi pagar permanen.

“PR-nya adalah penambahan CCTV, yang kedua kita perbaikan pagar,” kata Alwi.

Namun, pembangunan pagar permanen juga terbentur keterbatasan anggaran. Menurut Alwi, kebutuhan anggarannya cukup besar, sementara pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi.

“Sekali lagi saya sampaikan, kita terkendala karena pagar ini juga anggarannya cukup lumayan besar. Tapi ada efisiensi sehingga kita tidak bisa buru-buru juga untuk menganggarkannya,” jelasnya.

Alwi menegaskan, persoalan utama dari sisi keamanan saat ini adalah keterbatasan jumlah personel sekuriti. Dengan beberapa gedung yang harus diawasi sekaligus dan kondisi pagar yang belum permanen, potensi masuknya oknum ke kawasan gedung baru masih cukup terbuka.

“Masalahnya orangnya ini kan tidak banyak, sekuriti,” pungkasnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *