Budiono Soroti Inflasi Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Tiket Pesawat Jadi Penyumbang Utama

  • Bagikan

CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Tingkat inflasi di Kota Balikpapan masih menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono menilai pemerintah perlu menyusun formulasi yang tepat untuk menekan laju inflasi, mengingat Balikpapan menjadi salah satu daerah dengan angka inflasi tertinggi di Kalimantan Timur.

Menurut Budiono, berdasarkan pengamatannya, inflasi Balikpapan berada di kisaran 4 persen lebih atau sekitar 4,78 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah kebutuhan masyarakat masih belum dapat terpenuhi secara optimal.

“Kalau kita amati ekonomi hari ini, Balikpapan salah satunya menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Timur. Angkanya sekitar 4,78 persen. Artinya, kebutuhan di Balikpapan hari ini belum bisa terpenuhi,” ujar Budiono kepada wartawan, pada Senin (13/7/2026).

Dia menjelaskan, salah satu penyumbang inflasi berasal dari kenaikan harga tiket pesawat yang dipengaruhi meningkatnya harga avtur. Selain itu, antrean pembelian solar juga dinilai turut memicu inflasi karena berdampak pada distribusi barang dan perputaran ekonomi.

“Salah satu penyumbangnya juga tiket pesawat karena kenaikan avtur. Kemudian antrean solar juga menyebabkan inflasi sehingga pergerakan uang di Balikpapan belum stabil karena ada kebutuhan yang tidak tercukupi. Ini menjadi perhatian kita bersama karena inflasi Balikpapan tertinggi di Kalimantan Timur,” katanya.

Budiono menambahkan, upaya pengendalian inflasi membutuhkan peran pemerintah maupun masyarakat. Meski mengakui sejumlah faktor dipengaruhi kondisi global, dia berharap harga tiket pesawat dapat kembali turun sehingga mampu meringankan beban masyarakat.

Selain persoalan tiket pesawat, Budiono juga menyoroti distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar bersubsidi. Menurutnya, antrean panjang di SPBU harus menjadi perhatian serius Pertamina agar distribusi BBM berjalan lebih lancar.

“Distribusi BBM jangan sampai membuat masyarakat mengantre dan kesulitan. Ini harus menjadi perhatian Pertamina. Mekanisme penyaluran BBM bersubsidi juga perlu dievaluasi, termasuk penambahan titik layanan jika memang diperlukan. Dulu sempat ada rencana operasional 24 jam, itu bisa diaktifkan kembali. Namun, yang paling besar pengaruhnya terhadap inflasi saat ini tetap harga tiket pesawat yang terus meningkat,” pungkasnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *