CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan hingga pertengahan tahun 2026 telah mencapai hampir 65 persen dari target. Capaian tersebut dinilai menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman mengatakan, peningkatan PAD tahun ini sudah mencapai sekitar 29 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, menurutnya, masih diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pihak untuk terus mengoptimalkan penerimaan daerah.
“Kalau melihat hasil saat ini, PAD sudah hampir mencapai 65 persen. Artinya ada peningkatan sekitar 29 persen dibanding tahun lalu. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen untuk memaksimalkan pengawasan di lapangan, karena masih banyak potensi yang belum tergarap,” ujar Yono kepada wartawan, pada Selasa (13/7/2026).
Menurut dia, masih banyak wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya, mulai dari perusahaan, pelaku usaha, restoran hingga sektor hiburan.
“Masih banyak perusahaan, pengusaha, restoran, bahkan sektor hiburan yang belum memiliki komitmen untuk membayar pajak sesuai ketentuan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kota memperkuat pengawasan dan verifikasi langsung di lapangan agar seluruh potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga tren peningkatan PAD hingga mencapai target Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sekitar Rp1,7 triliun.
Yono mengaku DPRD optimistis target tersebut dapat tercapai dengan syarat organisasi perangkat daerah (OPD) menjalankan rekomendasi yang telah disampaikan DPRD.
“Jangan hanya bekerja dari balik meja. OPD harus benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan potensi pendapatan daerah bisa dimaksimalkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh fraksi di DPRD, termasuk Fraksi NasDem, Gerindra, PDI Perjuangan, dan PKB, memiliki komitmen yang sama untuk terus mengawal peningkatan pendapatan daerah.
“Semua fraksi berkomitmen memperjuangkan peningkatan pendapatan daerah. Itu menjadi salah satu fokus kami di DPRD,” ujarnya.
Selain mengejar target PAD, DPRD juga menaruh perhatian terhadap besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Menurut Yono, tingginya Silpa dapat berdampak pada tertundanya pelaksanaan pembangunan yang seharusnya dinikmati masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh OPD dapat bekerja lebih maksimal agar anggaran yang telah dialokasikan dapat terserap secara optimal sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah. (*)















