CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Rampungnya pembangunan gedung baru DPRD Kota Balikpapan disambut positif kalangan legislator. Fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menunjang kinerja dewan, terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Puryadi, mengatakan keberadaan gedung baru patut disyukuri. Menurut dia, fasilitas yang lebih memadai diharapkan membuat aktivitas anggota dewan berjalan lebih optimal.
“Ya tentunya kita yang pertama kita harus bersyukur bahwa kita sudah bisa menyelesaikan gedung DPRD yang baru. Tentunya harapan kita agar supaya kita bekerja bisa lebih optimal,” kata Puryadi yang juga politikus Fraksi NasDem kepada wartawan, pada Senin (10/8/2026).
Dia menilai, gedung baru tersebut memberikan ruang yang lebih baik bagi DPRD untuk menjalankan berbagai agenda, termasuk rapat dengar pendapat (RDP), berdiskusi maupun menampung aspirasi masyarakat.
“Untuk melayani masyarakat, kita bisa RDP, bisa sharing-sharing. Kita masing-masing sudah punya ruangan, satu dewan satu ruangan. Tentunya kita harus sangat bersyukur itu. Mudah-mudahan kita lebih optimal kerja kita,” ujarnya.
Meski demikian, Puryadi menyebut masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi. Salah satunya menyangkut fasilitas di dalam ruangan yang dinilai belum sepenuhnya lengkap.
“Kalau menurut saya masih ada kekurangan. Termasuk di ruangan-ruangan itu masih banyak yang terbuka. Kemudian korden-korden juga belum dipasang semua. Mungkin itu bisa dilengkapi,” jelasnya.
Terkait penempatan Komisi III di gedung tersebut, Puryadi mengatakan lokasi setiap komisi memang telah dipersiapkan dan diatur oleh Sekretariat DPRD (Sekwan). Dengan demikian, anggota dewan tinggal mengikuti pembagian ruangan yang telah ditentukan.
“Masing-masing komisi kan sudah dipersiapkan. Sudah diatur dari Sekwan, untuk Komisi III di sini. Jadi kita tinggal ikuti saja,” katanya.
Menurut Puryadi, setiap anggota dewan juga mendapatkan ruangan masing-masing. Namun, untuk agenda yang melibatkan seluruh anggota komisi, seperti RDP, tetap tersedia ruang rapat khusus.
“Untuk masing-masing dewan kan punya ruangan masing-masing juga. Tapi ketika RDP dan sebagainya kita harus bersama-sama satu ruangan. Ruang rapatnya tersendiri,” terangnya.
Mengenai luas ruangan pribadi anggota dewan, Puryadi menilai ukurannya memang tidak terlalu besar. Namun, menurut dia, ruangan tersebut masih cukup untuk menunjang aktivitas masing-masing anggota, termasuk ketika menerima tamu dan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Kecil saja. Sebenarnya cukup. Kalau untuk seorang diri saja, paling-paling kalau ada tamu. Artinya kita di ruangan satu dewan satu. Kalau ada tamu yang datang, kita bisa melayani, kita bisa menjaring aspirasi dari masyarakat. Cukup saja,” tuturnya.
Dari sisi fasilitas, gedung baru tersebut telah dilengkapi sejumlah kebutuhan dasar, seperti pendingin ruangan (AC) dan lampu. Namun, Puryadi menyebut beberapa fasilitas masih belum berfungsi secara optimal.
“Sudah ada AC-nya, sudah ada lampu-lampu. Cuma masih belum optimal. AC saja masih sering trouble. Masih perlu ada perbaikan-perbaikan,” ungkapnya.
Selain AC, persoalan lain juga terdapat pada ketersediaan air yang dinilai belum sepenuhnya optimal. Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, Puryadi optimistis seluruh fasilitas gedung dapat segera dibenahi.
“Air juga belum optimal, masih belum siap semuanya. Tapi dalam waktu dekat kan pasti kita berjalan,” pungkasnya. (*)















