CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN – Persoalan banjir rob, distribusi air bersih, drainase, hingga penanganan sampah menjadi keluhan utama warga Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Beragam persoalan itu mengemuka dalam agenda reses Anggota DPRD Balikpapan H Baharuddin Daeng Lala, pada Jumat (3/7/2026).
Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan dan infrastruktur yang dinilai belum mendapat penyelesaian maksimal. Hadir dalam reses itu perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Lurah Margo Mulyo, perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat, serta LPM Margo Mulyo.
Dalam sambutannya, politisi Partai NasDem yang akrab disapa Daeng Lala meminta warga tidak ragu menyampaikan seluruh aspirasi. Menurutnya, kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam reses memang bertujuan agar setiap persoalan bisa langsung mendapat tindak lanjut.
“Bapak dan ibu jangan sungkan menyampaikan keluhannya. Saya sengaja mengundang dinas terkait supaya persoalan yang disampaikan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Daeng Lala menegaskan seluruh usulan masyarakat akan terus dikawal karena berkaitan langsung dengan kepentingan warga.
“Saya akan tetap kawal dan perjuangkan usulan warga,” tegasnya.
Salah satu aspirasi datang dari Ketua Masjid As-Syifa, Nur Ali. Ia mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang kerap tergenang saat air laut pasang. Selain itu, distribusi air PTMB juga sering keruh ketika dilakukan perbaikan jaringan pipa.
“Kami berharap kalau ada perbaikan pipa, air yang mengalir ke rumah warga tidak bercampur lumpur,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Markus, warga RT 12. Menurutnya, distribusi air bersih di sejumlah RT di Margo Mulyo masih sering terhenti.
“Kalau debit air memang tidak mencukupi, seharusnya PDAM punya solusi agar masyarakat tetap bisa mendapat air,” ujarnya.
Markus juga menyoroti drainase di kawasan menuju SMPN 9 yang mengalami pendangkalan. Padahal, usulan pengerukan sudah beberapa kali diajukan warga bersama pihak sekolah kepada Dinas PU, namun belum terealisasi.
Sementara itu, Ketua RT 22 Dita Mulyani mengangkat persoalan sampah yang kerap meluber dari bak penampungan setelah sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) ditutup. Ia juga mempertanyakan rencana perbaikan drainase di kawasan Kuburan Muslimin Batu Butok yang hingga kini belum terealisasi meski telah dilakukan survei.
Menanggapi keluhan warga, perwakilan PTMB meminta data RT yang terdampak air keruh agar dapat dilakukan pembersihan jaringan distribusi. Adapun Dinas PU menyampaikan usulan pembangunan jalur penghubung mangrove menuju Sidomulyo akan kembali dikaji melalui survei sebagai bahan penyusunan perencanaan anggaran.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Daeng Lala mengatakan upaya peninggian jalan utama yang kerap terendam banjir rob sebenarnya telah diperjuangkan sejak dirinya menjabat anggota DPRD periode 2014–2019.
“Saya sudah lama memperjuangkan agar jalan baru itu ditinggikan minimal 50 sentimeter. Ini akan terus kami perjuangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” katanya.
Menurut dia, kondisi jalan yang berada di atas kawasan timbunan menyebabkan permukaan jalan terus mengalami penurunan sehingga genangan belum bisa diatasi sepenuhnya.
“Jalan ini memang turun terus karena struktur tanahnya timbunan. Tapi perjuangan untuk peninggian jalan tetap berjalan,” ujarnya.
Untuk usulan pengerukan drainase di belakang SMPN 9, Daeng Lala meminta Dinas PU memasukkan pekerjaan tersebut ke dalam anggaran perubahan tahun ini.
“Nanti kita jadwalkan turun langsung ke lokasi bersama dinas supaya persoalannya tidak berlarut-larut,” katanya.
Sedangkan terkait usulan bantuan untuk Masjid As-Syifa, ia meminta pengurus segera melengkapi legalitas administrasi agar dapat diusulkan melalui Pemerintah Kota Balikpapan.
Daeng Lala memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam reses akan terus dikawal bersama OPD terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap. (*)















