CNBTV.CO.ID – BALIKPAPAN, – Persoalan infrastruktur dasar, pendidikan, transportasi publik, hingga distribusi gas LPG subsidi menjadi perhatian warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suriani, di RT 17, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, pada Jumat (3/7/2026).
Reses masa sidang III tahun 2025/2026 tersebut dihadiri perwakilan Kecamatan Balikpapan Timur, Kelurahan Manggar Baru, Ketua RT 17, warga RT 17 dan RT 38, serta tokoh masyarakat setempat.
Sejumlah isu yang mengemuka dalam dialog antara warga dan legislator Fraksi Partai Golkar itu meliputi kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), penanganan drainase dan banjir, distribusi LPG 3 kilogram, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penyediaan bus sekolah, hingga perluasan layanan Bus Balikpapan City Trans (Bacitra) ke wilayah Balikpapan Timur.
Dalam sambutannya, Suriani mengatakan kegiatan reses merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Silakan sampaikan apa pun yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat. Tujuan saya datang ke sini memang untuk mendengarkan aspirasi Bapak dan Ibu,” kata Suriani.
Ia menyebut sejumlah usulan pembangunan di RT 17 telah direalisasikan, antara lain semenisasi di dua gang dan pemasangan PJU di beberapa titik. Namun, menurut dia, masih terdapat kebutuhan yang akan diusulkan kembali pada penganggaran berikutnya.
Suriani juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi melalui forum majelis yang rutin digelarnya setiap tanggal 7 setiap bulan agar komunikasi antara warga dan wakil rakyat tetap terjaga.
Soroti Pelaksanaan SPMB
Pada kesempatan itu, Suriani turut menjelaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang saat ini menggunakan sistem terintegrasi. Menurut dia, proses tersebut masih menghadapi berbagai kendala karena tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya calon siswa yang memilih sekolah di luar wilayah domisili.
Ia menjelaskan, dalam SPMB terdapat empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, bina lingkungan, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, prestasi, serta jalur reguler sesuai ketentuan yang berlaku.
Suriani mengimbau masyarakat, khususnya warga Manggar Baru, agar tidak hanya berfokus mendaftarkan anak ke SMP Negeri 8 karena wilayah tersebut juga telah memiliki SMP Negeri 28.
“Prioritas tetap diberikan kepada siswa yang berdomisili di sekitar sekolah. Karena itu masyarakat diharapkan menyesuaikan pilihan sekolah dengan domisili masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa anggota DPRD maupun pemerintah daerah tidak lagi dapat melakukan intervensi dalam proses penerimaan peserta didik.
Menurut Suriani, seluruh proses kini diawasi secara ketat sehingga penerimaan siswa dilakukan berdasarkan sistem yang berlaku.
“Kami tidak bisa lagi membantu proses penerimaan seperti sebelumnya. Karena itu anak-anak perlu dipersiapkan agar memiliki prestasi akademik yang baik,” katanya.
Ingatkan Seragam Sekolah Gratis
Selain membahas SPMB, Suriani mengingatkan masyarakat bahwa Pemerintah Kota Balikpapan tetap memberikan bantuan empat stel seragam sekolah bagi peserta didik baru tingkat SD maupun SMP.
Ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan praktik penjualan seragam di lingkungan sekolah.
“Kalau ada yang menjual seragam di sekolah, silakan laporkan kepada saya. Bantuan seragam tetap diberikan pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu membeli,” ujar Suriani.
Ia mengaku menerima laporan adanya pembelian satu stel seragam dengan harga mencapai Rp650.000. Menurut dia, harga tersebut tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah menyediakan bantuan seragam bagi siswa.
Suriani juga menjelaskan bahwa rencana pemberian bantuan sepatu sekolah belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.
Minta Warga Rutin Perbarui Data PIP
Dalam bidang pendidikan, Suriani turut mengingatkan masyarakat penerima Program Indonesia Pintar (PIP) agar melakukan pembaruan data setiap tahun.
Menurut dia, bantuan PIP tidak diberikan secara otomatis sehingga penerima wajib memperbarui data melalui sistem yang telah disediakan.
“Kalau data tidak diperbarui setiap tahun, bantuan bisa tidak diterima. Sekarang prosesnya lebih mudah karena cukup mengisi tautan yang disediakan,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan PIP dapat dimanfaatkan mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, dan diharapkan digunakan sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak.
Warga Usulkan Penambahan PJU, TPS, dan Penanganan Banjir
Pada sesi dialog, warga RT 17, Suratno, menyampaikan perlunya penambahan penerangan jalan umum di wilayahnya.
Selain itu, ia menilai jumlah tempat pembuangan sampah (TPS) yang melayani empat RT masih belum memadai karena saat ini hanya tersedia satu TPS di Jalan Pantai.
“Selain itu, persoalan banjir juga belum terselesaikan secara optimal. Drainase memang sudah dibangun, tetapi genangan masih sering terjadi,” ujar Suratno.
Menanggapi aspirasi tersebut, Suriani mengatakan usulan penambahan PJU akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Menurut dia, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak RT untuk menentukan titik-titik yang menjadi prioritas pemasangan lampu jalan.
Sementara itu, terkait pembangunan TPS permanen, Suriani mengatakan pemerintah memerlukan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Ia juga menyampaikan telah mengusulkan program melalui skema Bantuan Keuangan kepada Masyarakat (BIMBOMI) untuk mendukung kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kelangkaan LPG Subsidi Jadi Keluhan Warga
Persoalan lain yang disampaikan warga adalah kelangkaan dan tingginya harga LPG 3 kilogram.
Menanggapi hal itu, Suriani menegaskan bahwa tabung LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Ia mengatakan masih ditemukan pelaku usaha yang menggunakan LPG subsidi sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang berhak.
“Kami sudah melakukan inspeksi ke sejumlah restoran dan warung makan. Pelaku usaha seharusnya menggunakan tabung nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram, bukan tabung 3 kilogram,” ujarnya.
Suriani juga menyampaikan informasi mengenai rencana pemerintah pusat untuk melakukan penataan distribusi LPG subsidi melalui penggunaan tabung baru berwarna merah putih sebagai bagian dari program nasional. (*)















